Dahulu hanyalah pos terdepan di gurun yang berdebu, Riyadh kini telah berkembang menjadi salah satu kota paling berpengaruh dan menarik di Timur Tengah. Ibu kota Arab Saudi ini merupakan rumah bagi menara-menara modern yang menjulang tinggi, hotel-hotel pencakar langit, restoran mewah yang luar biasa, dan budaya yang kental. Meskipun mobil-mobil mewah melaju kencang di sepanjang jalan raya dan gedung-gedung perkantoran yang berkilauan seolah bertambah setiap hari, Riyadh tetap mempertahankan suasana yang konservatif dan sedikit tenang. Penjajaran ini justru membuat ibu kota ini semakin menarik.

National Museum jelas merupakan salah satu museum terbaik di Timur Tengah. Ruang canggih ini berisi delapan lantai galeri yang didedikasikan untuk seni, sejarah, dan budaya Arab. Sorotan utamanya meliputi ukiran batu asli, replika makam Nabataean berskala penuh, dan layar 180 derajat yang menayangkan film untuk melengkapi pameran. Pengunjung akan meninggalkan museum dengan pemahaman yang lebih baik tentang Arab Saudi dan konteks untuk lebih menghargai Riyadh.

Sisa-sisa masa lalu Riyadh yang sederhana masih bertahan, meskipun kekayaan minyak telah meluncurkan proyek pembangunan besar-besaran dalam tiga dekade terakhir. Situs bersejarah paling signifikan di kota ini adalah Masmak Fortress yang megah, yang dulunya merupakan jantung kota tua. Dibangun pada akhir abad ke-19 dan diserbu oleh Raja Abdul Aziz beberapa tahun kemudian, benteng ini direnovasi pada tahun 2008 dan kini berisi museum yang dipenuhi dengan foto-foto menarik Riyadh tempo dulu. Bagian kedua museum didedikasikan untuk memuji semua keutamaan pendidikan, arsitektur, seni, dan pertanian Arab Saudi.

Dahulu diperlukan izin untuk menjelajahi Murabba Palace, namun kini pengunjung bebas menjelajahi istana bata lumpur yang dibangun oleh Raja Abdul Aziz setelah penaklukannya atas Masmak Fortress. Eksterior yang mengintimidasi membuka jalan menuju dua lantai yang berisi objek-objek menakjubkan, termasuk Rolls-Royce kerajaan yang pertama.

Setelah merasakan masa lalu kota ini, beralihlah ke masa kini dengan mengunjungi Al-Faisaliah Tower, yang dibangun pada tahun 2000 oleh arsitek Norman Foster dan perusahaan konstruksi Bin Laden. Ditandai dengan bola kaca bersinar raksasa yang terbuat dari lebih dari 650 panel, struktur yang memukau ini adalah salah satu yang pertama menjulang di atas cakrawala kota. 34 lantainya dipenuhi dengan beberapa restoran, apartemen, toko, dan hotel mewah bintang lima paling eksklusif di Arab Saudi. Dari anjungan pengamatan, pengunjung dapat melihat hampir seluruh kota.

Tengara terbaru ibu kota ini adalah Kingdom Tower, yang menjulang setinggi 302 meter di atas tanah. Contoh arsitektur modern yang luar biasa ini sangat menakjubkan di malam hari, ketika lampu berwarna yang terus berubah menerangi desain baja dan kacanya. Lift berkecepatan tinggi membawa pengunjung ke Sky Bridge di lantai 99 dengan kecepatan 180 kilometer per jam, menawarkan pemandangan kota yang luar biasa.

Riyadh adalah surga bagi para pembelanja, dan jalan-jalan utamanya dipenuhi dengan mal demi mal. Wanita dapat berbelanja di lantai tiga Ladies Kingdom di Al Mamlaka tanpa diganggu oleh pria, toko-toko desainer berlimpah, dan sebagian besar mal memiliki setidaknya satu department store bergaya Barat. Untuk pengalaman berbelanja yang lebih tradisional, kunjungi Souq al-Thumairi. Labirin toko yang menjual kopi Arab, rempah-rempah, karpet, perhiasan, dan banyak lagi ini sungguh memikat.

Di mana letak Riyadh di Saudi Arabia?

Informasi Dasar

Negara: Arab Saudi

Ibu Kota: Riyadh, ibu kota Arab Saudi

Lokasi

Lintang: 24.6345

Bujur: 46.72049