Hanya 50 tahun yang lalu, lanskap kota Abu Dhabi yang jarang penduduknya didominasi oleh beberapa gubuk sederhana, bangunan karang, dan hamparan pasir gurun yang kosong. Saat ini, kota ini telah berkembang menjadi salah satu kota terkaya dan destinasi wisata utama di dunia. Lanskap kotanya kini didefinisikan oleh menara masjid yang menarik perhatian, gedung pencakar langit yang berkilau, dan masjid berkubah putih yang indah. Mewah, canggih, dan kosmopolitan, Abu Dhabi yang baru dengan mudah memadukan dekadensi Barat dengan gaya Timur Tengah yang khas.
Kota ini memiliki banyak predikat superlatif, termasuk menjadi rumah bagi masjid termahal di dunia. Mungkin usianya lebih muda dibandingkan masjid di Madinah, Mekkah, atau Damaskus, namun Sheikh Zayed Grand Mosque menutupi kekurangannya dalam hal sejarah dengan gaya yang berani. Masjid ini terus diperluas hampir setiap tahun untuk menampung lebih banyak jemaah, namun saat ini sudah memiliki lantai yang dilapisi marmer dari 28 negara berbeda, karpet terbesar di dunia, tujuh lampu gantung kristal dan emas, serta seribu kolom eksterior. Jika menurut Anda itu mengesankan, lihatlah kubah marmer putihnya. Ini adalah yang terbesar di dunia dengan tinggi 85 meter.
Pencari petualangan dapat merasakan sensasi seumur hidup di Abu Dhabi, rumah bagi rollercoaster tercepat di dunia. Tentu saja, wahana ini terletak di taman hiburan dalam ruangan terbesar di dunia, Ferrari World Park. Rollercoaster ini mencapai kecepatan yang memacu adrenalin hingga 240 km per jam dalam waktu kurang dari lima detik dengan akselerasi G-Force hingga 1,7G. Jika itu belum cukup memacu adrenalin, cobalah berkendara beberapa putaran di sirkuit balap internasional dengan kecepatan tinggi.
Kemewahan yang memukau berlanjut di restoran dan distrik perbelanjaan Abu Dhabi. Nikmati sandwich lezat dan teh sore di beberapa hotel termahal di dunia, atau cicipi kuliner lokal yang luar biasa di restoran atau lounge yang mewah. Kemudian, berbelanjalah sepuas hati di mal yang gemerlap atau pasar tradisional (souk). Berbelanja praktis telah menjadi hobi nasional di UEA, dan kemungkinan besar Anda dapat menemukan semua yang Anda butuhkan dan banyak lagi.
Di souk, atau pasar, kios-kios individu berjejalan di gang-gang berpasir, menciptakan efek labirin. Pasar-pasar ini adalah tempat yang tepat untuk menghirup budaya lokal atau membeli segalanya mulai dari kantong kemenyan hingga kalung emas. Untuk berbelanja ala Barat, pergilah ke salah satu dari banyak mal di kota ini. Merek-merek dari seluruh dunia tersedia dengan mudah, menjadikan Abu Dhabi sebagai ibu kota belanja di Timur Tengah.
Mudah untuk melupakan akar sederhana kota ini ketika dikelilingi oleh begitu banyak kemewahan, namun menggali sejarah Abu Dhabi tidaklah sulit. Untuk merasakan Abu Dhabi yang "sebenarnya", bertindaklah seperti penduduk lokal dan bangunlah lebih awal untuk menikmati secangkir kopi panas sebelum menuju ke Al Bateen Shipyard. Area ini adalah salah satu yang tertua di kota ini, dan angin laut menawarkan kesejukan dari udara kota yang terkadang menyesakkan. Di sana, Anda dapat belajar tentang sejarah maritim Abu Dhabi, termasuk penangkapan ikan dan panen mutiara. Selanjutnya, jelajahi benteng Qasr al-Hosn, bangunan tertua di kota ini. Dibangun pada tahun 1761, benteng ini dikenal dengan ubin interiornya yang penuh warna, taman yang dipenuhi pohon palem, dan halaman yang rimbun.
Begitu matahari terbenam di balik hamparan bukit pasir, bersantaplah di bawah bintang-bintang yang berkelap-kelip sebelum menikmati beberapa isapan hookah di kafe sheesha, berdansa di klub-klub mewah, atau menyaksikan konser musik klasik yang dibawakan oleh orkestra internasional. Kemungkinannya tidak terbatas di kota dengan berbagai predikat superlatif ini.