Untuk kota yang tergolong muda, Pretoria memiliki sejarah yang luar biasa. Ibu kota administratif Afrika Selatan ini pernah menjadi pusat pemerintahan era apartheid sebelum menjadi tempat pelantikan Presiden Nelson Mandela dan saat ini menjadi kediaman Presiden Thabo Mbeki. Meskipun Pretoria memiliki ritme yang lebih lambat dibandingkan Johannesburg atau kota-kota besar lainnya di kawasan tersebut, kota ini diproyeksikan akan menjadi rumah bagi lebih dari 20 juta orang dalam waktu 15 tahun ke depan. Saat ini, ribuan mahasiswa menghidupkan suasana kota yang dinamis sambil tetap mempertahankan budaya Afrikaans yang khas.
Taman Union Buildings Pretoria
Tepat di luar pusat kota terdapat deretan bangunan batu pasir yang megah. Di dalamnya terdapat kantor kepresidenan dan pemerintahan, yang memimpin negara dari posisi tinggi di atas taman bertingkat yang rimbun dengan bunga dan pepohonan asli. Pelantikan Mandela diadakan di sana pada tahun 1994, dan taman tersebut sering menjadi lokasi perayaan publik. Kawasan ini dihiasi dengan patung sejumlah mantan perdana menteri, termasuk patung Jenderal Louis Botha yang sangat mengesankan. Monumen untuk kepolisian Afrika Selatan dan para tentara yang gugur dalam Perang Dunia Kedua juga terbuka untuk umum.
Bagi banyak orang Afrikaner, mengunjungi Voortrekker Monument di Eeufees Road merupakan pengalaman spiritual. Voortrekker adalah para perintis yang meninggalkan British Cape Colony selama tahun 1830-an dan 1840-an menuju jantung wilayah yang sekarang menjadi Afrika Selatan. Hampir 500 orang Voortrekker bertempur dalam Pertempuran Blood River tahun 1938, yang menurut penduduk setempat, menunjukkan hak yang diberikan Tuhan kepada mereka untuk eksis sebagai bangsa yang merdeka. Lebih dari 250.000 orang menghadiri peresmian monumen tersebut pada tahun 1949, dan saat ini monumen itu menampung museum kecil yang merinci pengalaman para perintis tersebut.
Di jantung kota terdapat Church Square, sebuah alun-alun indah yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan publik yang megah. Sisi utara didominasi oleh Palace of Justice, tempat Nelson Mandela dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Di sisi selatan terdapat gedung Old Government, dan bagian lain dari alun-alun ini dikelilingi oleh First National Bank, Tourist Information Center, gedung Old Nederlandsche Bank, Old Capitol Theater, dan kantor pos utama.
Salah satu museum terbaik di ibu kota adalah Transvaal Museum, yang didedikasikan untuk sejarah alam. Beberapa pameran yang paling mengesankan justru berada di luar gedung, termasuk replika kerangka dinosaurus raksasa dan paus yang sangat besar. Di dalam, serangkaian pameran yang menggugah pikiran dan menarik perhatian mencakup segalanya, mulai dari fosil hiu hingga burung yang diawetkan, kecoak yang menyeramkan, dan batu permata yang berkilau.
National Cultural History Museum juga layak untuk dikunjungi. Didedikasikan untuk warisan budaya negara, koleksinya mencakup patung-patung Zaman Besi yang digali dari Limpopo, seni cadas San, dan galeri seni lokal kontemporer yang kecil namun dikurasi dengan baik. Pretoria Art Museum juga menyoroti seniman lokal dan memberikan gambaran umum yang baik tentang pengaruh budaya yang membentuk seni modern negara tersebut.
Bisa dibilang bangunan paling megah di Pretoria adalah Melrose House, sebuah rumah besar yang indah yang saat ini menjadi monumen nasional. Dibangun pada tahun 1886, rumah ini merupakan contoh luar biasa dari gaya Cape Dutch dan Victorian Inggris yang mencakup ruang biliar yang elegan, jendela kaca patri yang semarak, dan koleksi kartun politik yang menarik dari masa Perang Anglo-Boer.
Pemandangan lain di Pretoria yang layak untuk dijelajahi termasuk South African Police Museum, Pretoria National Zoological Gardens, Heroes' Acre Cemetery, dan Freedom Park, sebuah monumen bagi mereka yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan.