Energi yang ceria dan santai dari Filipina terasa hidup dan nyata di Manila. Ibu kota ini adalah kota metropolitan yang padat dan tampak terus berkembang, dengan lingkungan-lingkungan uniknya yang menawarkan banyak kesempatan untuk bersenang-senang dan bereksplorasi.
Objek wisata paling populer di Manila adalah Intramuros, sebuah benteng besar yang didirikan pada tahun 1571. Sejak saat itu, tempat ini pernah terancam oleh Belanda, diinvasi oleh Tiongkok, serta dikuasai oleh Jepang, Inggris, dan Amerika. Pertempuran Manila akhirnya menghancurkannya pada akhir Perang Dunia Kedua, dan saat ini pengunjung dapat berjalan menyusuri reruntuhan benteng, gerbang, dan temboknya. Sangat disarankan untuk menjelajahi area ini pada siang hari karena banyak bagian yang tidak diterangi lampu pada malam hari, dan disarankan untuk mampir ke Pusat Pengunjung Intramuros untuk mendapatkan peta gratis serta informasi berguna lainnya.
Enam puluh hektar ruang terbuka hijau, area pepohonan, dan jalur pejalan kaki menyediakan tempat istirahat dari hiruk-pikuk kota di Rizal Park. Ratusan penduduk lokal dan pengunjung mendatangi taman ini setiap hari untuk bermain musik, berjalan-jalan, piknik, joging, dan melarikan diri dari kesibukan pusat kota. Kunjungilah saat fajar untuk menyaksikan berbagai kelompok berlatih seni bela diri lokal dan t'ai chi, atau datanglah pada Minggu malam untuk menikmati konser gratis di Auditorium Terbuka. Telusuri taman Jepang atau Tiongkok, tantang penduduk lokal untuk bermain di Chess Plaza, atau bersantai di bawah naungan Central Lagoon.
Taman ini dinamai menurut Dr. Jose Rizal, pemimpin revolusioner dan pahlawan nasional. Pengunjung dapat memberikan penghormatan di monumen yang menyimpan jenazahnya dan mengunjungi lokasi eksekusinya. Momen-momen terakhir hidupnya diciptakan kembali secara dramatis dengan patung perunggu seukuran aslinya, dan pertunjukan cahaya serta suara diadakan di sana setiap malam.
Awalnya merupakan rumah musim panas seorang bangsawan Spanyol, Malacanang Palace kini menjadi kediaman resmi presiden. Tur istana, yang berisi memorabilia dari mantan presiden negara tersebut, hanya tersedia dengan mengirimkan surat permohonan setidaknya lima hari sebelumnya. Upaya kecil tersebut sepadan untuk menjelajahi bangunan indah dan koleksinya yang menakjubkan.
Populasi Tionghoa di Manila berkembang pesat setelah pemerintahan liberal menggantikan pemerintahan Spanyol yang represif. Saat ini, Chinatown adalah salah satu lingkungan paling semarak di ibu kota, yang membentang di distrik Binondo dan Santa Cruz. Meskipun jalan utama Ongpin hanya membutuhkan beberapa menit untuk dilalui, menjelajahi lingkungan yang ramai ini bisa memakan waktu sepanjang hari. Kawasan ini hampir dipenuhi dengan toko barang antik, ahli herbal, kedai teh, dan restoran yang nyaman, serta udaranya yang kental dengan aroma dupa.
Koleksi luas di National Museum of the Filipino People memberikan pengantar yang sangat baik tentang negara ini dan sejarahnya. Pengunjung dapat melihat koleksi besar alat musik pra-Hispanik, piring porselen, artefak dari penduduk pertama yang diketahui di negara ini, dan sejumlah relik yang ditemukan dari kapal karam San Diego. Kapal Spanyol tersebut tenggelam pada tahun 1600, namun banyak harta karun di dalamnya telah ditemukan dan kini dipamerkan di museum.
Pemandangan penting lainnya yang layak dikunjungi di Manila termasuk Ayala Museum yang berbudaya, Gereja Quiapo, Masjid Emas, Casa Manila era kolonial, Quezon Memorial Circle, National Gallery of Art yang baru dibuka kembali, Gereja San Agustin, Monumen Pramuka, Rizal Shrine, Gereja Ermita yang modern, Gereja Binondo abad ke-16, dan Manila Ocean Park.