Brussel adalah kota dengan kepribadian ganda. Di sinilah budaya Flandria bertemu dengan budaya Prancis, gaya modern bertemu dengan sejarah, dan keindahan bertemu dengan keunikan. Ibu kota Belgia ini dipenuhi dengan kontradiksi, kontras, dan daya tarik, yang berpadu menciptakan pengalaman multikultural dalam sebuah warisan sejarah yang sejati. Arsitektur Art Nouveau dan bangunan-bangunan monumental membingkai suasana santai kota ini, di mana budaya kafe mendominasi dan penduduk setempat menjalani gaya hidup yang santai.
Meskipun pergolakan agama menghancurkan sebagian besar arsitektur religius kota ini pada akhir abad ke-18, ledakan industri pada abad ke-19 membawa eksperimen arsitektur yang luar biasa ke Brussel. Bangunan-bangunan baru mencerminkan desain Art Nouveau yang megah, yang dicirikan oleh kaca dan besi yang dibentuk dalam garis-garis meliuk, motif bunga, dan sulur organik. Salah satu contoh terbaik dari estetika ini adalah Old England Building, yang menjadi rumah bagi Museum Alat Musik yang eklektik. Spesimen lain dari gaya Art Nouveau yang memukau adalah Maison Cauchie, salah satu rumah terindah di Brussel yang kini dilindungi sebagai monumen nasional.
Brussel juga dikenal karena mengangkat kudapan manis menjadi sebuah bentuk seni. Salah satu kenikmatan nasional yang paling utama adalah cokelat, mulai dari cokelat hitam hingga putih, berlapis atau bermotif, padat atau diisi dengan berbagai macam isian yang memanjakan lidah. Anda dapat menemukan camilan lezat hampir di mana saja di kota ini, termasuk di jaringan nasional seperti Neuhaus atau Corne Port Royal, namun kenikmatan terbaik dibuat secara individual di butik cokelat seperti Planete Chocolate. Nikmati melihat-lihat etalase di toko-toko butik; pengalaman memilih di antara begitu banyak pilihan hampir sama manisnya dengan menyantap camilan itu sendiri.
Selain cokelat, salah satu daya tarik utama kota ini adalah Grand Place yang megah, alun-alun pusat Brussel. Tersembunyi di jantung kota tua, tempat ini hanya dapat diakses melalui gang-gang sempit yang mengarah ke kafe-kafe menawan, restoran bawah tanah, museum, dan gedung balai kota yang indah. Kunjungilah pada waktu yang berbeda sepanjang hari untuk menyaksikan Grand Place berubah di bawah cahaya matahari yang berbeda. Kapan pun Anda berkunjung, Anda akan melihat penduduk setempat beraktivitas dan pengunjung yang sekadar menikmati keindahannya.
Tidak semua harta karun Brussel terlihat mencolok seperti Grand Place. Musée Magritte, sebuah penghormatan untuk Rene Magritte, menampung koleksi luar biasa dari barang-barang pribadi sang maestro surealis di sebuah rumah bata kuning yang tampak biasa saja. Bagian luarnya mungkin tidak istimewa, namun bagian dalam museum ini adalah harta karun berupa lukisan-lukisan terkenal dan sekilas pandang yang sangat menarik mengenai kehidupan pribadi sang seniman.
Museum luar biasa lainnya termasuk Musée d'Art Ancien, yang menampung karya-karya pelukis primitif Flandria, Musée d'art Moderne, sebuah galeri bawah tanah yang memamerkan seni dari abad ke-19 dan ke-20, serta Musée Royaux des Beaux-Arts, salah satu koleksi seni modern dan kuno terkemuka di negara ini.
Brussel, seperti banyak kota di Eropa, paling baik dijelajahi dengan berjalan kaki. Banyak jalan berbatu di kota ini telah diubah menjadi area pejalan kaki, termasuk Rue des Bouchers yang ramai. Restoran hidangan laut dan kafe yang sibuk berjejer di sepanjang jalan yang terkenal ini, menggoda wisatawan dan penduduk setempat dengan hidangan laut dan bir kriya.
Place Flagey juga ideal untuk berjalan-jalan dan menjelajah di sore hari. Alun-alun yang baru saja direvitalisasi ini merupakan pusat trendi di Brussel, yang menampung tempat konser, bar, brasserie, restoran, dan bioskop. Mampirlah ke Frites Flagey untuk mencicipi kentang goreng terbaik di kota ini dan nikmati perpaduan gaya Belgia modern dan bersejarah dari bangku di Bois de la Cambre yang berada di dekatnya.