Selama sebagian besar abad terakhir, San José hanyalah sebuah kota agraris. Semua itu berubah setelah gelombang migrasi perkotaan pasca-perang saudara, dan ibu kota Kosta Rika ini berubah total hanya dalam beberapa dekade. Saat ini, San José adalah ibu kota paling kosmopolitan di Amerika Tengah, tempat pasar-pasarnya semarak, penduduknya ramah, dan kehidupan malamnya bersinar. Gaya kolonial masih terpancar di banyak lingkungan, terdapat banyak museum luar biasa, dan tampaknya selalu ada banyak alasan untuk merayakan apa yang disebut penduduk setempat sebagai “la pura vida,” atau “hidup yang murni.”
Kosta Rika dikenal karena flora dan faunanya yang luar biasa, dan pengunjung San José dapat menikmati banyak keajaiban alamnya tanpa harus meninggalkan kota berkat Parque Nacional. Bangku-bangku di ruang hijau yang teduh sering kali ditempati oleh pasangan muda yang romantis, pensiunan yang membaca berita harian, dan para ibu yang beristirahat sambil mengawasi anak-anak mereka bermain di dekatnya. Di tengah taman terdapat Monumento Nacional, yang didirikan pada tahun 1953 sebagai penggambaran dramatis dari negara-negara di kawasan tersebut yang mengusir William Walker, seorang filibuster Amerika. Bagian lain dari taman ini menampilkan monumen untuk tokoh-tokoh penting lainnya dalam sejarah Amerika Latin, termasuk Miguel Hidalgo dari Meksiko, penyair Venezuela Andrés Bello, dan revolusioner Kuba José Martí. Patung-patung tersebut berdiri di antara taman-taman terawat yang subur, kaya akan warna dan wewangian yang manis.
Terdapat sejumlah museum yang mengesankan di kota ini, namun tidak ada yang lebih menarik daripada Museo de Jade. Museum kecil ini hampir penuh sesak dengan koleksi giok Amerika terbesar di dunia. Lemari pajangannya dipenuhi dengan ukiran tembus pandang berbentuk katak, dewi kesuburan, ular, dan dukun, serta pameran tembikar yang memiliki beberapa karya yang sangat tidak biasa yang memamerkan keahlian lokal.
Untuk survei sejarah Kosta Rika yang singkat namun berharga, habiskan sore hari dengan menjelajahi Museo Nacional. Terletak di bekas markas besar tentara, koleksi museum ini menampilkan karya-karya pra-Kolombia serta artefak dari era republik awal dan era kolonial. Galeri di bagian timur laut sangat menarik dengan dekorasi awal abad ke-20 yang terpelihara dengan baik.
Penduduk Kosta Rika, yang disebut Ticos, sangat religius, dan banyak yang beribadah di Catedral Metropolitana. Bangunan bergaya Renaisans ini luar biasa karena interior neoklasiknya yang anggun, yang ditandai dengan jendela kaca patri, lantai ubin berwarna-warni, dan patung Kristus dari Guatemala yang diukir dengan tangan. Jika Anda memiliki doa, tuliskan di secarik kertas kecil dan tinggalkan di Chapel of the Holy One.
Dua tempat terbaik untuk menyerap budaya lokal adalah Plaza de la Cultura dan Mercado Central. Meskipun desain alun-alunnya cukup biasa, tempat ini biasanya dipenuhi oleh penduduk setempat yang menyejukkan diri dengan es krim buah dan menikmati beragam kehidupan jalanan San José. Di sana, badut menyulap bola demi uang receh, pedagang menjual segalanya mulai dari pisang hingga CD bajakan, dan para remaja berkumpul untuk bermain kartu serta bersiul kepada para wanita yang lewat. Di pasar pusat, pemandangan serupa terjadi saat penduduk setempat berkumpul di kios-kios yang ramai menjual biji kopi, rempah-rempah, kaus suvenir, dan banyak lagi. Inilah jantung San José, tempat semangat ibu kota paling terasa hidup.
Pemandangan lain yang layak dikunjungi di ibu kota Kosta Rika termasuk Museo homenaje Joaquín García Monge, Museo de Arte Costarricense, Museo de los Niños yang sangat unik dan menarik, Teatro Nacional yang elegan, Parque España, Plaza de la Democracia, dan Parque Zoológico Nacional Simón Bolívar.