Hanoi memadukan wajah dinamis Asia baru dengan nuansa eksotis Asia lama dengan begitu apik. Sisi modern dan abad pertengahan hidup berdampingan dengan indah di jalanan ibu kota Vietnam ini. Di Old Quarter, para pedagang membuka toko di jaringan jalan yang rumit seperti yang telah mereka lakukan selama hampir satu abad, penduduk lokal dengan topi kerucut melintas cepat dengan sepeda, pria-pria berjanggut kelabu saling menantang dalam permainan catur di tepi Danau Hoan Kiem, dan penduduk kota yang modis bersantap di restoran mewah sebelum berdansa mengikuti lagu-lagu hits terbaru di kelab malam yang ramai. Hanoi adalah tempat di mana paradoks Vietnam modern menjadi nyata, dan ibu kota ini memiliki segalanya: sejarah kuno, warisan masa lalu kolonial, dan pandangan modern yang tetap optimis akan masa depan.
Permata paling cemerlang di Hanoi adalah pagoda yang paling bersejarah dan penting secara budaya, Tran Quoc. Pagoda yang megah ini dibangun pada pertengahan abad ke-6 di bawah pemerintahan Raja Ly Nam De dan dianggap sebagai kuil Buddha terpenting di negara tersebut. Desainnya yang rumit mencakup sepuluh tempat pemujaan, menara lonceng yang mengesankan, dan banyak patung berhias emas yang berharga yang melambangkan Buddha. West Lake memberikan latar belakang yang tenang bagi pagoda ini dan tampak sangat indah saat matahari terbenam.
Warisan Perang Vietnam masih terlihat jelas di ibu kota, terutama di Penjara Hoa Lo. Dijuluki "Hanoi Hilton" oleh para tawanan perang Amerika yang disiksa dan diinterogasi di sana, sebagian besar penjara telah dihancurkan untuk memberi ruang bagi kompleks apartemen. Apa yang tersisa telah diubah menjadi museum yang memperkuat pernyataan pemerintah Vietnam bahwa penjara tersebut hanya digunakan untuk penjahat, bukan tawanan perang. Ruang interogasi telah didesain ulang menjadi ruangan bergaya barak yang nyaman, dan pameran mengklaim bahwa mereka yang ditahan di sana tidak disakiti dan diperlakukan dengan baik. Hal ini tentu saja bertentangan dengan banyak kesaksian dari para tahanan yang dikumpulkan setelah perang, menjadikan museum ini pengalaman yang ganjil bagi pengunjung Barat.
Untuk melihat sekilas budaya Vietnam, kunjungi Museum Seni Rupa Nasional. Bertempat di bangunan klasik dengan sentuhan detail Asia, koleksinya mencakup dua sayap dan meliputi segala hal mulai dari barang antik kuno hingga seni kontemporer. Salah satu pameran terbaik merinci evolusi pernis, yang diceritakan melalui patung-patung Buddha, dewi-dewi Hindu, serta raja dan ratu Vietnam.
Di seberang jalan terdapat Temple of Literature, yang dikenal sebagai Van Mieu oleh penduduk setempat. Didirikan pada tahun 1070, pusat ini didedikasikan untuk Konfusius, filsuf Tiongkok. Kuil ini memiliki lima halaman yang dinaungi oleh pepohonan kuno dan dibuat semakin indah oleh kolam, prasasti peringatan, tempat suci orang bijak, dan patung-patung.
Tengara luar biasa lainnya di Hanoi adalah Presidential Palace, yang dibangun oleh Prancis pada akhir abad ke-19. Bangunan elegan ini mencerminkan gaya Renaisans Italia dan saat ini berfungsi sebagai gedung pemerintahan. Dengan sedikit biaya, pengunjung dapat berjalan-jalan di area yang terawat dengan sempurna.
Ho Chi Minh Mausoleum adalah tempat lain yang wajib dikunjungi bagi wisatawan di Hanoi. Mausoleum besar ini terletak di tengah alun-alun raksasa dan ditandai dengan fasad granit abu-abu yang bersudut. Dua puluh pilar berlapis granit menjulang di atas alun-alun, tempat Presiden Ho mengumumkan kemerdekaan Vietnam pada bulan September 1945. Penjaga kehormatan bersenjata berjaga di mausoleum, namun pengunjung dipersilakan untuk menjelajahi bagian dalam dan menyaksikan upacara pergantian penjaga setiap pagi.
Pemandangan menarik lainnya di kota ini termasuk Museum Wanita Vietnam, One-Pillar Pagoda yang menawan, Army Museum yang megah, Museum Revolusi Vietnam, dan taman yang menyenangkan di sekitar Danau Hoan Kiem.