Di bawah bayang-bayang puncak gunung Pieter Both dan Le Pouce terletak Port Louis, ibu kota, pusat ekonomi, dan kota terbesar di Mauritius. Meskipun sempat hancur akibat wabah penyakit pada abad ke-18 dan ke-19, kota ini telah bangkit kembali menjadi salah satu kota yang paling menawan dan menarik di kawasan ini. Dari kawasan Chinatown yang ramai hingga bangunan kolonial yang unik, pasar yang terkenal, dan jalanan yang semarak, ibu kota ini pasti akan memikat bahkan bagi pengunjung yang paling berpengalaman sekalipun.

Banyak museum menawarkan hiburan edukatif di seluruh kota. Blue Penny Museum adalah favorit populer yang menguraikan sejarah eksplorasi, pemukiman, dan kolonisasi pulau ini. Sebagai museum terbaik di Port Louis, koleksinya mencakup pilihan ukiran, peta, dan foto yang luar biasa dari masa lalu negara ini. Dua prangko paling langka di dunia juga dipamerkan, keduanya bernilai jutaan dolar. Prangko tersebut hanya disinari untuk observasi selama sepuluh menit setiap jam, jadi aturlah waktu kunjungan Anda dengan tepat.

Interior Photography Museum, Port Louis

Di seberang Municipal Theater terdapat Photography Museum, sebuah proyek yang didirikan oleh Tristan Breville, seorang fotografer lokal. Breville mengumpulkan banyak cetakan foto lama dan kamera yang diproduksi di negara tersebut selama pertengahan abad ke-19, dan terdapat koleksi besar foto-foto bersejarah pulau ini.

Suara gemerincing ubin mahjong dapat terdengar di seluruh Chinatown di Port Louis. Distrik Royal Street dipenuhi dengan toko kelontong, restoran, dan toko-toko yang membuat pengunjung merasa seolah-olah benar-benar berada di Tiongkok.

Masjid terpenting di negara ini, Jummah Mosque, menyambut pengunjung setiap hari kecuali hari Jumat dan merupakan perpaduan indah antara arsitektur Kreol, India, dan Islam. Dibangun pada tahun 1850-an, area ini mencakup halaman dalam yang tenang yang memberikan jeda yang menyenangkan dari hiruk pikuk pusat kota.

Situs keagamaan penting lainnya adalah tempat suci Père Laval, seorang misionaris dan imam Katolik Prancis yang mengonversi hampir 70.000 penduduk Mauritius ke agama Kristen selama abad ke-19. Peziarah dari semua agama mengunjungi tempat suci ini pada peringatan kematiannya di bulan September setiap tahun, dan makamnya telah menjadi halus karena sentuhan tangan umat beriman yang mencari kesembuhan ajaib. Sebuah gereja modern yang besar terletak di sebelahnya, dan terdapat pameran kecil yang menampilkan foto-foto, jubah, surat, dan mitra sang imam.

Tepat di luar ibu kota terdapat bekas perkebunan tebu yang kini menjadi pusat budaya dan warisan Domaine Les Pailles. Kereta kuda, jip, dan kereta api membawa pengunjung melewati pabrik gula tradisional, penyulingan rum, dan kebun rempah, serta restoran kelas atas di lokasi tersebut merupakan salah satu yang terbaik di negara ini.

Terdapat banyak taman menarik di kota ini, tetapi Company Gardens adalah yang paling mempesona. Ditandai dengan banyaknya bangku, air mancur, patung, dan pohon beringin yang luas, taman ini adalah tempat yang sempurna untuk bersantai dan memulihkan tenaga.

Beberapa pemandangan terbaik ibu kota dapat dinikmati dari puncak Fort Adelaide, yang lebih dikenal sebagai Citadel. Dirancang menyerupai benteng Moor, benteng ini dibangun oleh Inggris dan terletak di salah satu bukit terbesar di kota. Hanya butuh sekitar sepuluh menit untuk mendaki, dan pemandangannya tentu sepadan dengan usaha tersebut.

Di mana letak Port Louis di Mauritius?

Informasi Dasar

Negara: Mauritius

Ibu Kota: Port Louis, ibu kota Mauritius

Lokasi

Lintang: -20.16664

Bujur: 57.49999