Papeete adalah ibu kota Polinesia Prancis yang memiliki banyak sisi, terletak di Pulau Tahiti. Di sana, Anda dapat berbelanja harta karun tropis seperti mutiara hitam, menikmati suasana karnaval di tepi laut, mencicipi hidangan lokal dari truk makanan di alun-alun pusat, serta menikmati pesona Prancis dan Polinesia sekaligus. Mengamati orang-orang di sini sangat menarik, begitu pula dengan kesempatan untuk berpetualang. Anda dapat melakukan scuba diving, snorkeling, berenang, selancar angin, berlayar, kiteboarding, dan banyak lagi di pesisir pantai, serta mendaki, memanjat, dan melakukan canyoning dalam tur ekowisata di area sekitar kawasan perkotaan.

Cara terbaik untuk menjelajahi Papeete adalah dengan berjalan kaki, dan Anda harus memulai tur jalan kaki Anda di Centre Vaima, pusat perbelanjaan pertama di kota ini. Toko-toko yang trendi menjadi kiblat bagi penduduk Eropa di kota ini, dan jalan-jalannya dipenuhi dengan merek-merek desainer serta restoran kelas dunia.

Di seberang jalan raya empat jalur terdapat Quay, jalur pejalan kaki kayu yang menyambut kapal pesiar dari seluruh dunia dari bulan April hingga September. Tepat di lepas teluk terdapat pulau kecil Motu Uta, yang dulunya merupakan surga alami namun kini menjadi pusat industri perkapalan Papeete. Di dekatnya terdapat kawasan industri Fare Ute, dan pangkalan angkatan laut Prancis terletak di dekat terumbu karang di sisi lainnya. Di pagi hari, Anda dapat menyaksikan kapal-kapal bersandar di sepanjang terumbu karang yang telah diuruk, tempat mereka membongkar muatan besar daging kelapa kering.

Lanjutkan perjalanan ke arah barat sepanjang Quay hingga Anda mencapai Parc Bougainville. Taman yang teduh ini dinamai menurut penjelajah Prancis yang menemukan pulau tersebut, dan dua meriam angkatan laut mengelilingi patungnya. Salah satunya berasal dari Seeadler, kapal penyerbu Jerman yang terkenal karena kandas di Kepulauan Cook selama Perang Dunia Pertama. Meriam lainnya berasal dari Zélée, sebuah kapal angkatan laut Prancis.

Di luar avenue Bruat terdapat Place Jacques Chirac, sebuah taman berbentuk setengah lingkaran yang dinamai menurut mantan presiden Prancis. Bersantailah di bawah naungan taman, lalu teruslah berjalan ke arah barat menyusuri tepi laut hingga Anda mencapai gereja besar berwarna krem di sisi pegunungan jalan raya tersebut.

Gereja tersebut adalah Eglise Evangélique, gereja Protestan terbesar di Polinesia Prancis. Lihatlah menara gereja yang mengesankan, lalu berjalanlah enam blok lagi ke arah barat untuk melewati rumah-rumah kolonial tua yang megah dan mencapai Place Toata, sebuah taman yang dibangun di atas lahan reklamasi pulau yang telah menjadi tempat favorit bagi para pekerja kantoran dan keluarga untuk berkumpul. Berjalan-jalanlah di sekitar ruang hijau yang indah, nikmati pemandangan pelabuhan, dan nikmati camilan dari truk makanan yang terjangkau. Datanglah kembali di malam hari untuk menghadiri konser luar ruangan di amfiteater, dan berkunjunglah pada bulan Juli untuk menyaksikan kompetisi tari nasional yang memadati taman tersebut.

Selanjutnya, jelajahi pusat pemerintahan di Place Tarahoi. Dulunya merupakan properti kerajaan dan markas besar Prancis selama pertengahan abad ke-19, tempat ini dipenuhi dengan gedung-gedung pemerintah, termasuk Balai Kota Papeete dan Majelis Teritorial.

Gereja Katolik tertua di pulau itu terletak di dekatnya. Di dalam Cathédrale de L'Immaculée Conception terdapat serangkaian lukisan mengesankan yang merinci penyaliban, dan tempat yang tenang, sejuk, serta nyaman ini adalah tempat yang tepat untuk merenung.

Pasar Kota (Municipal Market) mulai ramai setiap pagi tepat di ujung jalan dari gereja. Paviliun seng yang besar memberikan keteduhan, dan penduduk setempat menyediakan berbagai macam buah dan sayuran segar untuk dijual, termasuk pisang, sukun, buah nono, taporo, mape, nanas, markisa, dan pepaya.

Di mana letak Papeete di French Polynesia?

Lokasi

Lintang: -17.53336

Bujur: -149.56667