Tallinn adalah salah satu kota paling mempesona di Eropa berkat perpaduannya antara modernitas dan abad pertengahan. Di ibu kota Estonia ini, dinding batu berukir bersanding dengan restoran, butik, kelab malam, dan kafe yang berada di bawah bayang-bayang gereja abad ke-14. Kota Tua (Old Town) merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO yang mencakup permata bersejarah yang menghidupkan masa lalu abad pertengahan kota ini. Hanya dengan berjalan kaki singkat, terdapat kancah galeri yang sedang berkembang, menampilkan beberapa seniman paling inovatif dan imajinatif di negara ini. Perpaduan antara masa lalu dan masa kini membuat Tallinn sangat menawan, dan ada banyak hal untuk dijelajahi di ibu kota yang semarak ini.
Mulailah kunjungan Anda di Balti Jaama Turg, pasar era Soviet yang terletak tepat di belakang stasiun kereta utama kota. Penduduk setempat pergi ke sana untuk membeli daging sapi, suku cadang mobil, dan pakaian bekas, namun pengunjung dapat menemukan memorabilia Soviet, koin langka, selai buatan lokal, barang antik, dan banyak lagi. Beragam barang yang dijual dari sekitar 50 kios sangat menarik, tetapi daya tarik utamanya adalah warna lokal yang meresap di pasar tersebut.
Kota Tua abad pertengahan terkenal dengan arsitektur Hansa yang otentik dan terpelihara dengan baik, dan hampir setiap pelancong akan menemukan sesuatu yang disukai di distrik ini. Kombinasi bangunan bersejarah, galeri boho, kafe intim, dan restoran bertingkat membentuk kancah budaya yang kaya dan suasana yang mempesona.
Sebagian besar bangunan di Kota Tua dilestarikan dalam bentuk aslinya dari abad ke-11, termasuk gudang, kediaman pedagang, bangunan gereja, lumbung, kantor negara penting, dan pub. Dijuluki sebagai "permata abad pertengahan" Eropa, berjalan menyusuri jalanan berbatu di Kota Tua terasa seperti melangkah kembali ke masa lalu.
Mulailah penjelajahan Anda di area ini di Town Hall Square, yang telah menjadi pusat sosial Tallinn selama lebih dari tujuh abad. Di musim panas, alun-alun ini menjadi tuan rumah konser dan festival, dan di musim dingin, tempat ini berubah menjadi pasar Natal yang menyenangkan. Balai Kota bergaya Gotik terletak di alun-alun dan saat ini menampung ruang konser serta museum. Apotek tertua di Eropa terletak di seberang alun-alun dan, menurut legenda setempat, merupakan tempat kelahiran camilan manis marzipan.
Ikuti rute tembok kota melewati 26 menara pengawas, lalu berjalanlah menyusuri jalan sempit Muurivahe untuk melihat bagian tertua dari tembok di kota tersebut. Lanjutkan berjalan hingga Anda mencapai Gereja St. Olaf, yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia saat dibangun pada abad ke-15 dan ke-16. Gereja ini masih aktif, dan pengunjung dapat menjelajahi dinding batu berukir di luar jam ibadah.
Gereja St. Nicholas di dekatnya juga layak untuk dikunjungi. Dibangun pada abad ke-13 untuk menghormati para pelaut dan nelayan, gereja ini baru saja dipugar setelah pengeboman era Soviet hampir menghancurkannya. Saat ini, gereja tersebut menampung ruang konser dan museum seni yang menampilkan karya-karya Bernt Notke.
Tempat menarik lainnya untuk dijelajahi di Kota Tua termasuk Katedral St. Mary, Museum Pendudukan (Museum of Occupations), bekas Markas Besar KGB, dan Bukit Toompea yang terbuat dari batu kapur padat, yang menawarkan beberapa pemandangan terbaik kota.
Tallinn memiliki banyak harta karun di luar Kota Tua. Museum Terbuka (Open Air Museum) sangat menarik dengan 72 bangunan yang dipindahkan yang memamerkan arsitektur dari seluruh penjuru negeri. Museum ini memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan di pedesaan dan secara rutin mensponsori program tari tradisional gratis.
Pemandangan lain yang wajib dilihat di ibu kota ini termasuk Museum Seni Nasional, Biara Holy Birgitta, Penjara Patarei yang menghantui, Menara TV Tallinn, Pemakaman Metsakalmistu, Kebun Raya Tallinn, Istana Kadriorg, dan distrik Rotterman, yang dipenuhi dengan bangunan Art Nouveau yang indah serta restoran, kafe, dan butik yang penuh gaya.