Terletak di sepanjang teluk di pesisir barat daya St. Vincent, Kingstown adalah ibu kota kecil dengan daya tarik yang besar. Pelabuhan yang sibuk membuat kota ini terasa hidup, bangunan-bangunan bergaya Georgia yang asli berjejer di sepanjang jalan-jalan sempit, dan kawasan tepi laut menawarkan kemungkinan tak terbatas untuk berbelanja, bersantap, dan olahraga air.
Katedral Anglikan St. George adalah salah satu daya tarik utama di Kingstown. Tempat ibadah ini berdiri dengan megah dan anggun di Grenville Street. Dibangun pada tahun 1820, gereja berwarna kuning krem ini merupakan contoh luar biasa dari arsitektur Georgia, dan menyambut pengunjung dengan lampu gantung yang indah, bangku kayu sederhana, dan jendela kaca patri yang sangat memukau. Ratu Victoria sebenarnya memesan salah satu jendela tersebut untuk Katedral St. Paul, namun ia terkejut ketika sang seniman membalut malaikat dengan jubah merah. Jendela itu kemudian dikirim ke St. George's, di mana jendela tersebut tetap menjadi salah satu fitur yang paling dicintai.
Katedral dan Sekolah Katolik Roma St. Mary adalah gereja luar biasa lainnya di Kingstown. Katedral yang indah ini pertama kali dibangun pada tahun 1823 namun mengalami banyak perbaikan dan perubahan hingga dua sayap terakhir ditambahkan pada tahun 1930. Dicintai karena gaya Romanesque-nya, gereja ini memiliki halaman, air mancur, dan gapura yang menakjubkan.
Pemandangan lain yang wajib dikunjungi di Kingstown adalah Fort Charlotte. Terletak di Berkshire Hill tepat di sebelah barat kota, benteng bersejarah ini menawarkan pemandangan spektakuler ke arah ibu kota dan teluk. Dibangun pada tahun 1806, benteng ini menampung lebih dari 30 meriam dan lebih dari 600 tentara untuk bertahan melawan suku Karibia.
Pada hari-hari cerah di St. Vincent dan Grenadines, salah satu tempat terbaik untuk dijelajahi adalah Kebun Raya St. Vincent. Didirikan oleh Jenderal Robert Melville pada tahun 1765, kebun ini tumbuh di pinggiran ibu kota. Rimbun, tenang, dan penuh warna, kebun ini kaya akan pepohonan tropis, tanaman, burung, dan bunga. Pohon sukun yang merupakan keturunan dari pohon yang ditanam oleh Kapten Bligh yang terkenal pada ekspedisi keduanya ke Karibia pada tahun 1798 masih tumbuh di kebun ini, dan sangkar burung menyediakan rumah bagi burung nasional, Burung Beo St. Vincent.
Tepi laut Kingstown didominasi oleh Bay Street, yang ramai dengan pedagang lokal dan pebisnis di siang hari serta pengunjung restoran di malam hari. Bangunan batu dan bata yang berjejer di sepanjang jalan ditandai dengan lengkungan batu yang menjadi ciri khas gaya Georgia dan bagian lantai dua yang menjorok, memberikan tempat berteduh bagi pengunjung dari teriknya matahari dan memberi ibu kota julukan sebagai “Kota Lengkungan.”
Di ujung selatan jalan terdapat Grenadines Wharf, tempat feri mengangkut orang ke Grenadines dan kapal sekunar memuat perbekalan mereka. Hanya dengan berjalan kaki singkat dari dermaga terdapat Kompleks Kapal Pesiar, yang menampung pusat perbelanjaan dan banyak restoran.
Villa Beach, hamparan pasir paling populer di pulau ini, berjarak sekitar 10 menit berkendara dari ibu kota. Berenang aman dilakukan di perairan yang tenang, dan banyak kafe menawan serta tempat penyewaan olahraga air yang terjangkau berjejer di sepanjang pantai.
Tidak jauh dari Villa Beach terdapat Indian Bay Beach, di mana pasir keemasan mengarah ke perairan yang dilindungi terumbu karang yang sempurna untuk snorkeling maupun berenang.