Canggih dan menarik, Kuwait City ditandai dengan museum-museum yang luar biasa, souq dan mal yang eklektik, akuarium kelas dunia, serta arsitektur yang memukau. Sejarah yang memikat menambah daya tarik pemandangan ini, dan ibu kota ini tetap menjadi salah satu kota paling menarik di kawasan tersebut.
Selama berabad-abad, souq telah menjadi pusat kehidupan di kawasan Teluk. Meskipun Old Souq di Kuwait City kini bertempat di gedung modern yang cerdas, pasar yang ramai ini tetap mempertahankan sebagian besar suasana kunonya. Di sana, penduduk setempat memperdagangkan kurma dan zaitun dalam tradisi yang telah lama dijunjung, menawar ekor sapi dan potongan jeroan, serta menjual rempah-rempah aromatik yang memenuhi udara dengan aroma yang memikat. Habiskan beberapa jam untuk menyerap energi souq, mencicipi hidangan lokal, dan berbelanja rompi wol, celak mata kohl hitam, gaun berhias emas, serta kerajinan tangan.
Old Souq mewakili masa lalu kota, dan Arab Fund Building mewakili masa depannya yang cerah. Eksteriornya yang megah mengarah ke interior yang lapang dan terang, yang merupakan penghormatan terhadap prinsip-prinsip arsitektur Arab mengenai dekorasi, integritas ruang, dan fungsi. Atrium delapan lantai yang cerah terbuka menuju ruang pertemuan yang indah dan koridor yang mewah, serta keahlian tradisional terbaik di kawasan ini diwakili melalui karpet mewah, patung keramik, dan karya kayu. Untuk melihat bangunan yang luar biasa ini, hubungi kami untuk meminta janji temu dengan pemandu wisata.
Salah satu daya tarik wisata paling populer di ibu kota adalah Aquarium, yang bertempat di gedung berbentuk layar di pesisir pantai. Ini adalah akuarium terbesar di Timur Tengah dan rumah bagi beragam kehidupan laut yang memukau, termasuk penyu, ikan sweetlips berbintik hitam, kepiting laba-laba raksasa, terumbu karang hidup, ubur-ubur neon, dan banyak lagi. Setiap pameran menarik, tetapi yang paling spektakuler adalah tangki ikan pari dan hiu yang melingkar dari lantai hingga langit-langit.
Terdapat sejumlah museum yang mengesankan di Kuwait City, dan salah satu yang terbaik adalah National Museum. Selama pendudukan Irak, banyak ruang pameran yang rusak, terbakar, atau dijarah, namun tekanan kuat dari komunitas internasional telah menyebabkan kembalinya banyak harta karun museum tersebut. Lebih dari 2.000 koleksi kini dipamerkan, merinci berbagai aspek warisan, sejarah, dan budaya bangsa. Pameran terbaik menampilkan harta karun kuno yang ditemukan di Failaka Island dan ukiran batu kapur Helenistik.
Tareq Rajab Museum yang indah adalah salah satu yang terbaik di Kuwait City. Bertempat di sebuah vila yang luas, museum etnografi ini mencakup perhiasan emas yang mempesona, kostum yang dikenakan oleh petani dan pangeran, enamel Jaipur, alat musik bertatahkan, kalung Nepal, perak Oman, mutiara Bahrain, dan banyak lagi.
Salah satu ruang paling mengharukan di kota ini adalah Al-Qurain Martyrs' Museum, yang didedikasikan untuk para patriot muda yang mencoba melawan penangkapan pada bulan Februari 1991. Pasukan Irak membombardir rumah tersebut selama berjam-jam menggunakan bom, senapan mesin, dan bahkan tank. Empat dari para patriot berhasil bersembunyi di ruang atap, namun sembilan orang ditangkap dan dibunuh setelah disiksa. Museum kecil ini merupakan peringatan tidak hanya bagi para patriot, tetapi juga bagi keluarga-keluarga lain di Kuwait City yang menderita selama pendudukan Irak.
Tempat lain yang layak dikunjungi di ibu kota termasuk Al-Hashemi Marine Museum, House of Mirrors yang unik, Kuwait Towers yang terkenal, Beit Dickson, rumah agen Inggris Kolonel Harold Dickson, Corniche yang luas dengan pantai, jalur, dan taman sepanjang 10 kilometer, Popular Traditional Museum, serta Grand Mosque, masjid terbesar dari lebih dari 800 masjid di ibu kota.