Kingston terbagi dengan rapi menjadi kawasan uptown dan downtown, dan kedua bagian tersebut menawarkan berbagai pemandangan menarik bagi para pengunjung. Ibu kota ini merupakan pusat musik reggae, dan iramanya dapat terdengar di sepanjang jalan kota baik siang maupun malam. Kehidupan jalanan yang sibuk terasa hidup dan penuh energi, bangunan-bangunan bersejarah berjejer di jalanan yang ramai, dan museum-museum luar biasa menyediakan kesempatan eksplorasi yang menggugah pikiran.
Devon House adalah salah satu pemandangan paling menarik di Kingston. Rumah dari akhir abad ke-19 ini telah dipugar dengan indah dan kini menjadi museum yang didedikasikan untuk kehidupan dan karya George Stiebel, salah satu putra daerah terkaya di negara tersebut. Sang jutawan membangun rumah berwarna kuning tua dan putih ini serta mengisinya dengan lampu gantung porselen, barang antik, dan lukisan trompe l'oeil bergambar pohon palem. Tur berpemandu membawa pengunjung melewati setiap ruangan, termasuk ruang judi rahasia di loteng. Halaman yang teduh adalah tempat yang sempurna untuk menghindari panas yang terkadang menyesakkan, dan pelatarannya dikelilingi oleh beberapa restoran dan toko terbaik di negara ini.
Hutan kota Kingston yang padat dipecah oleh Emancipation Park, ruang terbuka luas yang ditandai dengan air mancur yang megah, jalur joging yang berkelok-kelok, dan area piknik. Pengeras suara kecil yang tersembunyi di rerumputan menyediakan musik latar untuk taman ini, yang hampir selalu berupa musik reggae. Titik fokus taman ini adalah patung karya Laura Facey Cooper yang berjudul “Redemption Song,” yang sempat memicu sedikit kontroversi karena atribut fisik yang dilebih-lebihkan dari figur-figur telanjang yang menjulang tinggi tersebut.
National Gallery of Jamaica adalah salah satu museum paling luar biasa di negara ini. Koleksinya merupakan bukti warisan seni negara tersebut sekaligus penghormatan terhadap karya-karya kontemporernya. Sepuluh galeri mewakili Jamaican School, termasuk karya-karya dari Edna Manley, John Dunkley, Albert Huie, dan David Pottinger. Galeri lainnya didedikasikan untuk seni rakyat dan kontemporer, termasuk karya-karya dari Barrington Watson, Carl Abrahams, dan David Boxer. Pengunjung dapat menjelajahi galeri sendirian atau mengikuti tur berpemandu untuk memahami latar belakang karya seni yang luar biasa tersebut.
Bagi banyak orang, Bob Marley dan Jamaika tidak dapat dipisahkan. Bekas rumah dan studio sang musisi telah diubah menjadi Bob Marley Museum, yang bertempat di sebuah rumah kayu yang berderit. Ini adalah situs yang paling banyak dikunjungi di kota ini, dan mudah untuk melihat alasannya. Tur selama satu jam memberikan wawasan tentang kehidupan dan karya Marley, dan banyak barang pribadinya dipamerkan, termasuk jubah keagamaan Rastafarian, manuskrip tulisan tangan, dan gitarnya yang berbentuk bintang. Studio rekaman di bagian belakang rumah telah diubah menjadi teater dan ruang pameran, dan setiap tur diakhiri dengan film tentang hari-hari terakhir Marley.
Pemandangan lain yang layak dijelajahi di Kingston termasuk Trench Town Museum, yang merayakan kelahiran musik reggae, ska, dan rocksteady; Hope Gardens yang rimbun seluas 45 ekar; National Heroes Park; Headquarters House yang merupakan rumah bandar yang diubah menjadi museum; St. Jago de la Vega Cathedral yang indah; Kingston Parish Church yang berwarna putih berkilau; Gordon Parliament House; People's Museum of Crafts and Technology; Maritime Museum; dan Castleton Gardens, rumah bagi banyak spesies flora eksotis.