Georgetown adalah kota yang menawan dengan suasana yang santai. Jalan-jalannya yang tertata rapi dipenuhi dengan bangunan kolonial, taman, dan pasar, serta perpaduan wajah Asia, Afrika, India Timur, dan kulit putih menjadi bukti keragaman budaya dan warisan kolonial negara ini. Meskipun kota ini sendiri hanya memiliki segelintir objek wisata tradisional, ibu kota ini adalah tempat yang tepat untuk memulai penjelajahan Anda di Guyana.

Untuk pengenalan yang baik mengenai sejarah dan budaya Guyana, kunjungilah Museum Nasional. Pamerannya cenderung kuno dan berdebu, namun tetap memberikan wawasan menarik tentang sejarah sosial, politik, dan budaya negara ini.

Selanjutnya, kunjungi Kebun Raya untuk merasakan salah satu harta karun terbesar di kota ini. Didirikan pada tahun 1878, kebun ini mencakup lebih dari 185 ekar lahan bekas perkebunan tebu. Berjalan melalui kebun ini akan memperlihatkan deretan kupu-kupu yang spektakuler, tanaman yang luar biasa, burung-burung berwarna-warni, dan bahkan Manatee Hindia Barat, spesies yang terancam punah. Lebih dari 100 spesies pohon palem tumbuh di seluruh area, memberikan keteduhan dari teriknya matahari. Pohon tropis lain yang tumbuh subur di kebun ini termasuk Water Chestnut yang mekar di malam hari, spesies Monkey Pot, dan pohon Jacaranda.

Di dalam Kebun Raya terdapat Taman Zoologi Guyana, yang membentang seluas lebih dari empat ekar. Pengunjung dapat melihat banyak "Raksasa Guyana" dari dekat, termasuk jaguar, kura-kura sungai raksasa, elang harpy, berang-berang sungai, dan subfamili aligator terbesar di dunia. Koleksi luar biasa ini akan segera mencakup pemakan semut terbesar di dunia dan spesies ikan air tawar terbesar, Arapaima, setelah rencana perluasan selesai dilakukan.

Satu blok di sebelah selatan Kebun Raya terdapat Square of the Revolution, sebuah lapangan terbuka yang ditandai dengan monumen untuk Cuffy, pahlawan pemberontakan tahun 1763 dari lebih dari 2.500 budak. Gaya patung yang dilebih-lebihkan dan tidak biasa ini merupakan ciri khas Afrika Barat dan menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme.

Pengunjung dapat merasakan semangat lokal di Stabroek Market, yang bertempat di bangunan besi cor yang mengesankan. Pasar ini adalah tempat belanja utama di kota tersebut, dan hampir selalu dipenuhi dengan energi yang sibuk. Ini adalah tempat yang sempurna untuk menemukan suvenir, karya seni lokal, kerajinan tangan, buah dan sayuran segar, serta segala jenis hidangan lezat khas Guyana. Setelah menikmati makanan, pastikan untuk mencicipi rum gelap ala Karibia, minuman nasional yang paling populer.

Georgetown adalah rumah bagi sejumlah landmark arsitektur dan sejarah yang berbeda. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Balai Kota. Desain neo-Gotik bangunan yang unik ini mengingatkan beberapa pengunjung pada Disneyland, namun pemandangan ini sebenarnya adalah salah satu yang paling bersejarah di ibu kota. Di sana, para istri menunggu dengan cemas kedatangan kapal suami mereka di pelabuhan selama era kolonial.

Interior Katedral Saint George di Georgetown

Katedral St. George adalah bangunan luar biasa lainnya. Gereja Anglikan ini dibangun pada tahun 1892 sebagian besar dari bahan lokal, termasuk kayu keras greenheart, dan merupakan bangunan kayu tertinggi di dunia.

Pemandangan penting lainnya di ibu kota termasuk Museum Antropologi Walter Roth, Gedung Parlemen dari periode Belanda, Georgetown Seawall yang populer, Perpustakaan Nasional yang berusia seabad, dan State House, kediaman presiden yang merupakan contoh menakjubkan dari arsitektur kolonial Georgetown.

Di mana letak Georgetown di Guyana?

Informasi Dasar

Negara: Guyana

Ibu Kota: Georgetown, ibu kota Guyana

Lokasi

Lintang: 6.80197

Bujur: -58.16703