Saint George's adalah ibu kota Grenada, dan pelabuhan kota ini tampak seperti inspirasi untuk lukisan cat air kuno. Bangunan-bangunan berwarna cerah dengan nuansa merah jambu jambu biji, hijau limau, dan jingga mangga berdiri di samping bangunan kolonial bersejarah yang menawan, gereja-gereja batu, dan benteng yang menjulang di atas kota. Kota ini terasa bernuansa Eropa namun memiliki tampilan Karibia yang khas, dan pelabuhan bagian dalamnya adalah yang terindah di kawasan ini.
Pelabuhan bagian dalam sebenarnya terkurung daratan; ini adalah kawah berisi air yang ditinggalkan oleh gunung berapi yang sudah lama mati. Berjalan-jalan di sepanjang tepi laut adalah salah satu cara paling menyenangkan untuk menjelajahi ibu kota. Habiskan sore hari dengan berjalan di Carenage, kawasan pejalan kaki di tepi laut, lalu bersantailah di alun-alun pejalan kaki yang dipenuhi bunga.
Di sudut jalan Monckton dan Young terdapat Grenada National Museum, yang bertempat di penjara dan barak tentara Prancis yang dibangun pada tahun 1704. Meskipun koleksinya kecil, museum ini berisi banyak harta karun menarik yang menguraikan sejarah Grenada, termasuk telegraf pertama di pulau itu, fauna asli, temuan dari penggalian arkeologi, alat penyulingan rum, petroglif, dan banyak lagi. Pameran yang paling komprehensif didedikasikan untuk budaya asli pulau tersebut.
Berkendaralah ke Richmond Hill untuk melihat Fort Frederick, sebuah benteng mengesankan yang mulai dibangun pada tahun 1779 oleh Prancis dan diselesaikan pada tahun 1791 oleh Inggris. Restorasi saat ini merupakan hasil dari program ambisius pemerintah Kanada pada tahun 1990-an. Benteng ini menyimpan banyak kejutan luar biasa bagi pengunjung, termasuk pemandangan pelabuhan yang menakjubkan, marina kapal pesiar yang unik, dan banyak benteng untuk dijelajahi.
Grenada adalah pulau kecil, dan area di luar St. George's juga layak untuk dijelajahi. Lima belas menit dari kota terdapat keajaiban tropis Annandale Falls, dengan air terjun yang tingginya mencapai hampir 30 kaki (sekitar 9 meter). Bersantailah dan berpiknik di antara tanaman kuping gajah, lilitan tanaman merambat liana, dan flora tropis cerah lainnya, lalu berenanglah dengan menyegarkan di perairan yang sejuk dan cicipi rempah-rempah asli di Annandale Falls Center.
Jika Anda menyusuri pantai barat, Anda akan menemukan perkebunan rempah-rempah, pantai, dan desa nelayan yang indah yang menjadi ikon Grenada. Luangkan waktu sore hari untuk mengunjungi Gouyave, kota kecil yang merupakan ibu kota industri bunga pala dan pala. Sejumlah besar rempah-rempah disimpan, diproses, dan dinilai di Gouyave Nutmeg Processing Cooperative, dan pengunjung dapat melihat proses penyiapannya untuk pasar.
Levera Beach yang berjajar pohon palem membentang di sudut timur laut pulau. Hamparan pasir yang indah ini adalah tempat bertemunya Laut Karibia dengan Samudra Atlantik, dan merupakan tempat yang sempurna untuk makan siang piknik. Levera National Park seluas 445 ekar di dekatnya merupakan rumah bagi banyak pantai berpasir putih yang menyambut para perenang dan penyelam snorkel. Area ini juga merupakan surga bagi pendaki, yang berisi rawa bakau, suaka burung, dan danau.
River Antoine Rum Distillery adalah objek wisata favorit bagi banyak pengunjung Grenada. Terletak di utara ibu kota, penyulingan ini menawarkan kekayaan visual yang diambil dari Revolusi Industri pertengahan abad ke-19 yang mengguncang wilayah kolonial Karibia. Ini adalah penyulingan rum tertua di dunia, dan sebagian besar mesin aslinya masih dipajang. Tur ini gratis, dan pengunjung sangat dipersilakan untuk mencicipi produk akhirnya.