Yerevan adalah ibu kota yang santai dan terkadang terasa seperti sedang dalam liburan permanen. Penduduk setempat berjalan santai di sepanjang jalan utama dengan busana terkini dan berbincang santai di kafe-kafe tepi taman, mobil-mobil cepat melaju di jalanan yang diapit oleh bangunan-bangunan Rusia abad ke-19, dan alun-alun bata yang indah dipenuhi orang baik siang maupun malam. Meskipun monumen dan museumnya tentu layak untuk dikunjungi, daya tarik utama di ibu kota Armenia ini adalah penduduknya yang ramah dan budaya jalanan yang trendi.
Mulailah kunjungan Anda di Republic Square, jantung dari ibu kota ini. Dibangun di atas reruntuhan berusia 3.000 tahun, alun-alun ini ditandai dengan air mancur yang berkilauan dan karpet mosaik batu yang megah. Penduduk setempat bermain catur, berbagi cerita, dan bersantai di bawah sinar matahari di sana pada siang hari, sementara konser luar ruangan dan kembang api yang sering diadakan membuatnya tetap hidup di malam hari.
Pengunjung dapat berbaur dengan lebih banyak penduduk lokal di Freedom Square, tempat jutaan orang Armenia berkumpul pada tahun 1988 untuk menuntut kemerdekaan mereka. Saat ini, alun-alun tersebut adalah tempat yang tepat untuk bermain sepatu roda, menikmati es krim, dan mengamati orang yang berlalu-lalang.
Di National History Museum, pengunjung dapat menjelajahi sejarah Armenia selama ribuan tahun. Koleksi ekstensifnya mencakup koin perak dan emas yang berasal dari 2.000 tahun yang lalu, model kota kuno Ani, pintu-pintu ukir dari gereja-gereja paling suci di wilayah tersebut, karpet yang hidup, tembikar Yunani dan Armenia kuno, serta senjata otentik. Setiap objek memberikan pengunjung gambaran sekilas tentang sejarah, budaya, dan semangat negara ini.
Pada awal abad ke-20, pasukan Turki membunuh lebih dari 1,5 juta orang Armenia. Periode mengerikan ini dikenang di Armenian Genocide Museum and Memorial. Museum yang mengharukan ini mencakup dinding yang bertuliskan nama-nama desa dan kota yang dimusnahkan oleh Turki, prasasti granit yang melambangkan persatuan dan masa depan, serta Memorial Sanctuary yang menyentuh. Di sana, api abadi menyala sebagai penghormatan kepada jutaan korban tak berdosa yang dibunuh antara tahun 1915 dan 1923.
National Art Gallery di dekatnya berisi lebih dari 25.000 lukisan dari para maestro Armenia dan internasional. Enam lantai pameran menampilkan karya-karya Saryan, Russou, Carzou, Donatello, Ayvazovski, dan lainnya.
Salah satu tempat paling menyenangkan di Yerevan adalah Children's Art Gallery. Museum yang benar-benar unik ini memamerkan seni anak-anak dari lebih dari 130 negara. Terdapat lebih dari 100.000 karya yang dipamerkan, termasuk patung, ukiran kayu, keramik, lukisan, sulaman, kolase, dan banyak lagi, semuanya dibuat oleh anak-anak kreatif berusia tiga hingga enam belas tahun.
Armenia memiliki tradisi seni rakyat yang kaya, dan seni dekoratif tradisional menjadi fokus dari Folk Art Museum. Didirikan pada tahun 1978, koleksi besarnya mencakup ukiran batu, sulaman, lukisan, miniatur mikro, kerajinan kayu, karya logam, dan tembikar yang menunjukkan keterampilan, imajinasi, dan semangat para pengrajin Armenia sepanjang zaman.
Seni kontemporer menjadi pusat perhatian di Cafesjian Center, yang mencakup salah satu koleksi seni kaca paling komprehensif di dunia. Museum ini juga mencakup taman patung di dasar Cascades, tangga yang dipenuhi bunga yang menghubungkan Victory Park dan pusat Yerevan. Selama musim panas, konser luar ruangan dan pertunjukan kembang api menjadikan Cascades salah satu tempat paling hidup di ibu kota, dan pengunjung dapat menikmati pemandangan kota yang indah dari puncaknya.