Moskow adalah kota yang penuh vitalitas dan energi kreatif yang sibuk. Semua aspek budaya kontemporer di ibu kota Rusia ini mencerminkan inovasi tersebut – mulai dari gudang-gudang terbengkalai yang telah diubah menjadi klub bawah tanah yang menarik hingga bekas pabrik yang kini menampung galeri seni yang trendi. Eksperimentasi dan imajinasi juga hadir di tempat-tempat kelas dunia, seperti teater kota dan Museum Seni Rupa Pushkin. Para penggemar sejarah selalu merasa betah di Moskow, dengan gereja, monumen, dan sisa-sisa Negara Soviet, namun kota yang dinamis ini dengan cepat menjadi favorit bagi siapa pun yang mencari budaya kontemporer yang semarak.
Bagi banyak pelancong, Katedral St. Basil yang ikonik melambangkan segala sesuatu tentang Rusia di masa lalu dan masa kini. Katedral yang misterius sekaligus indah ini, dengan perpaduan pola, warna, dan bentuk yang membingungkan, merupakan contoh sempurna dari gaya arsitektur unik Rusia. Gereja bersejarah ini dibangun atas perintah Ivan yang Kejam untuk memperingati sebuah kemenangan, dan mahakarya ini telah menjadi simbol definitif Rusia. Menjelajahi katedral ini seperti mengungkap sebuah misteri. Masing-masing dari sembilan kapelnya menampilkan pola warna-warni yang baru, kubah yang memukau, atau menara yang mengesankan. Benar-benar tidak ada tempat lain seperti ini di dunia; legenda mengatakan bahwa Ivan membutakan para arsiteknya setelah pembangunan selesai agar mereka tidak akan pernah bisa menciptakan katedral yang lebih indah.
St. Basil terletak di ujung selatan Lapangan Merah, jantung kota yang sesungguhnya. Alun-alun bata ini telah menjadi saksi ribuan tahun sejarah. Untuk pemandangan yang paling menakjubkan, akses alun-alun dari Gerbang Kebangkitan, replika modern dari gerbang kemenangan yang telah berdiri di tempat tersebut sejak tahun 1680. Begitu berada di dalam alun-alun, lihatlah ke kiri untuk melihat Katedral Kazan, replika kecil dari gereja bersejarah lainnya. Di sebelah kanan terdapat Museum Sejarah Negara, museum bata yang megah dengan galeri-galeri yang didedikasikan untuk berbagai periode dalam sejarah Rusia. Di sisi timur alun-alun terletak Toko Serba Ada Negara, yang dikenal oleh penduduk setempat sebagai GUM. Toko yang luas ini adalah salah satu tempat terbaik untuk menemukan suvenir mewah dan menjelajahi butik-butik kelas atas.
Sisi barat alun-alun didominasi oleh Kremlin, simbol kuat Uni Soviet. Perpaduan arsitektur yang eklektik mencerminkan pergeseran budaya dalam sejarah Rusia, menciptakan struktur yang sekaligus menakutkan dan mempesona. Kompleks yang megah ini tidak hanya menampung presiden Rusia, tetapi juga sejumlah katedral dan museum yang sangat layak untuk dikunjungi. Armory Chamber yang terkenal memamerkan regalia kuno Rusia yang memukau, peralatan emas dan perak, serta pakaian seremonial dari banyak penguasa negara tersebut. Katedral Kabar Sukacita, gereja utama bagi para tsar dan pangeran kota, ditandai dengan ikon-ikon yang sangat mendetail yang menjadi contoh seni abad pertengahan Rusia. Situs penting lainnya di dalam Kremlin termasuk Katedral Archangel, tempat peristirahatan terakhir banyak tsar, dan Istana Patriark, yang menampung koleksi artefak gerejawi yang luas dari abad ke-16.
Lapang Merah adalah contoh luar biasa dari pencapaian budaya, agama, dan politik Rusia yang paling membanggakan, namun sisi gelap negara ini dapat dijelajahi di Museum Sejarah Gulag. Museum unik ini merupakan memorial sekaligus pelajaran sejarah yang didedikasikan bagi jutaan orang yang menderita di kamp kerja paksa Uni Soviet.
Mungkin cuaca di Moskow dingin, tetapi kehidupan malamnya sangat hangat. Baik Anda lebih suka meminum vodka di pub lokal atau menikmati malam yang lebih mewah dengan sampanye dan teman-teman elit, kota ini memiliki pilihan untuk Anda. Mulai dari balet hingga bir dan koktail hingga kafe, kehidupan malam Moskow yang beragam pasti akan memuaskan setiap pelancong.