Sebagai salah satu kota besar di Eropa, Roma adalah kota metropolitan yang sibuk dan dinamis, yang dengan mudah memadukan sejarah dengan gaya kontemporer. Ini adalah kota tempat Julius Caesar memerintah, gladiator kuno bertarung, dan tempat Fellini menciptakan “La Dolce Vita.” Roma bukan sekadar kota, melainkan museum terbuka tempat masa lalu bertemu dengan masa kini.

Persaingannya ketat, namun bangunan paling mengesankan di kota ini adalah Pantheon, kuil kuno yang direnovasi pada abad ke-2 untuk menghormati semua dewa pagan. Masih memukau hingga hari ini seperti saat dibangun hampir 2.000 tahun yang lalu, desain kuil ini menarik pandangan Anda ke kubahnya yang megah, yang terbesar yang pernah dibuat hingga abad ke-20.

Jika Pantheon adalah situs paling mengesankan di Roma, Colosseum berada di posisi kedua. Ukuran dan desain strukturnya tentu patut diperhatikan, namun aspek paling luar biasa dari Colosseum adalah kesan sejarah kelam yang ditimbulkannya. Di sana, para tahanan yang terkutuk bertarung melawan singa yang lapar dan para gladiator berperang dalam pertarungan mematikan. Untuk menghindari keramaian, dapatkan tiket Anda untuk melihat keajaiban dunia ini di kantor tiket Palatine, lalu berjalanlah langsung ke arena pertarungan.

Alun-alun utama kota, Piazza Navona, sangat khas Roma dengan kafe-kafe di pinggir jalan yang ramai, pertunjukan jalanan, dan rumah-rumah berwarna karat yang berjajar dengan balkon besi tempa. Di tengah alun-alun terdapat Fountain of the Four Rivers yang mewah. Dipahat oleh Bernini pada tahun 1651, air mancur ini menggambarkan sungai Danube, Nil, Plata, dan Gangga.

Penulis dan penyair seperti Keats, Byron, dan Shelley mendapatkan inspirasi dari Spanish Steps, dan jutaan pelancong mengunjungi Piazza di Spagna di dekatnya setiap tahun untuk menikmati salah satu pemandangan paling romantis di Roma. Setelah menaiki tangga yang legendaris, berpose untuk karikatur oleh seniman lokal, cicipi gelato manis, dan saksikan matahari terbenam di atas kota.

Jika Anda menginginkan gaya desainer tanpa harga yang mahal, habiskan sore hari dengan melihat-lihat barang tiruan desainer di pasar loak Via Sannio atau berbelanja gaya barang bekas di pasar di Porta Portese. Penduduk setempat berkumpul di sana setiap hari Minggu, menciptakan salah satu pasar loak terbesar di benua ini. Di sana, Anda dapat menemukan segalanya mulai dari musik dan peralatan rumah tangga antik hingga poster asli, perhiasan, furnitur, dan banyak lagi.

Roma adalah surga bagi pembeli, dan beberapa nama paling penting dalam mode Italia dapat ditemukan di jalan-jalan dekat Spanish Steps. Jika mode kelas atas adalah hasrat Anda, kunjungi butik-butik di Via Sistina, Via Borgognona, dan Via Condotti. Nama-nama yang familier seperti Ferragamo, Prada, Cavalli, Versace, Armani, dan Gucci berjajar di pusat mode haute couture ini.

Setelah matahari terbenam, nikmati sisi Roma yang lebih trendi di bar, restoran, dan klubnya yang eklektik. Menarilah di bawah bintang-bintang di taman terbuka di Akab dengan musik live, berbaurlah dengan komunitas seni di Freni e Frizioni, dan bergaullah dengan warga lokal yang trendi di Les Affiches, sebuah bar boho yang intim dengan musik live setiap malam.

Air mancur paling terkenal dan terbesar di kota ini, Trevi Fountain, adalah penggambaran flamboyan dari kereta kencana Neptunus dan suasana laut. Akuaduk abad ke-1 SM menjadi sumber airnya, dan namanya merujuk pada tiga jalan yang bertemu di air mancur tersebut. Jika Anda jatuh cinta dengan Kota Abadi ini, lemparkan koin ke dalam air mancur. Legenda mengatakan bahwa mereka yang melakukannya suatu hari nanti akan kembali ke Roma.

Di mana letak Roma di Italy?

Informasi Dasar

Negara: Italia

Ibu Kota: Roma, ibu kota Italia

Lokasi

Lintang: 41.8979

Bujur: 12.48131