Yaoundé menonjol dibandingkan ibu kota Afrika Barat lainnya karena lingkungannya yang hijau subur dan berbukit. Udaranya juga lebih sejuk karena kota ini berada 750 meter di atas permukaan laut. Kombinasi ini menjadikan kota ini tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi, dan meskipun minim atraksi tradisional, kota ini menebusnya dengan keramahan dan pesonanya.
Musée d'Art Camerounais memberikan pengantar yang luar biasa bagi pengunjung mengenai seni, sejarah, dan budaya negara ini. Koleksi yang menakjubkan mencakup tembikar, topeng, relief kayu, perunggu, dan banyak lagi. Salah satu karya yang paling menonjol adalah “Great Maternal Figure,” sebuah patung kuningan yang ditemukan di wilayah timur laut negara tersebut. Replika patung ini dapat dibeli di hampir semua toko suvenir, namun melihat aslinya adalah suatu keharusan bagi setiap pengunjung Yaoundé.
Museum ini merupakan bagian dari biara Benediktin ibu kota, dan kapelnya berisi pameran kerajinan tangan dan tekstil tradisional Kamerun yang indah.
Musée National tidak sebanding dengan Musée d'Art Camerounais, namun tetap layak untuk dikunjungi. Koleksi kecilnya menyoroti patung dan topeng dari seluruh negeri, tetapi label informasinya tidak selengkap yang ada di Musée d'Art Camerounais.
Untuk melihat lebih banyak karya seni daerah, kunjungi Musée Afhemi. Galeri ini berada di kediaman pribadi, namun tur dengan pemandu berbahasa Inggris dapat diatur dengan menelepon terlebih dahulu. Pemiliknya yang ramah sering mengundang pengunjung untuk makan siang, menunjukkan semangat menyambut dari penduduk setempat.
Jika Anda ingin membeli kerajinan tangan lokal, pergilah ke Centre Artisanal. Tempat yang dikelola pemerintah ini memiliki koleksi ukiran kayu yang sangat besar yang cocok dijadikan suvenir. Jangan terkejut dengan harga yang tertera; tawar-menawar sangat diharapkan dan disambut baik. Pembeli sering kali bisa mendapatkan harga setengah dari harga yang tercantum.
Salah satu tradisi besar kota ini adalah misa terbuka yang diadakan setiap hari Minggu di luar Paroisse de N'Djong Melen. Meskipun kebaktian sepenuhnya menggunakan bahasa Ewondo, pengunjung akan menghargai permainan drum, tarian, dan musik paduan suara yang surgawi. Lingkungan luar ruangan membuat keseluruhan pengalaman menjadi lebih mengharukan. Jika Anda hadir, kenakan pakaian terbaik Anda agar serasi dengan penduduk setempat.
Kamerun adalah rumah bagi satwa liar yang melimpah, dan pengunjung dapat melihat koleksi besar hewan asli dari dekat di Mvog-Betsi Zoo. Kebun binatang ini adalah salah satu yang terbaik di Afrika Barat dan dikelola oleh organisasi nirlaba Inggris, Cameroon Wildlife Aid Fund. Sebagian besar hewan, termasuk drill, gorila, dan simpanse, diselamatkan dari perdagangan daging hewan liar dan pemburu liar. Koleksinya juga mencakup burung eksotis, kadal, ular, hyena, dan singa, namun primata adalah yang paling populer.
Menari adalah bagian penting dari budaya Kamerun, dan pengunjung memiliki banyak tempat untuk dijelajahi setelah matahari terbenam. Kelab malam memutar berbagai jenis musik yang mengejutkan, termasuk salsa, hip hop, disko jadul, dan musik Afrika. Ada juga sejumlah besar restoran di ibu kota yang menyajikan hidangan tradisional dan makanan internasional dengan harga terjangkau. Untuk hidangan Kamerun yang otentik, pesanlah ayam panggang yang disajikan dengan kacang tanah, daun pahit seperti bayam, dan sayuran, atau kunjungi kedai pinggir jalan untuk menikmati ikan segar atau lobster hanya dengan beberapa dolar.